BAB 1
A.
Latar Belakang
Mengingat perkembangan dunia IPTEK serta era globalisasi di depan mata maka
tujuan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat maka perlu
melakukan pembenahan-pembenahan dalam hal sumber daya manusia yang profesional,
manajemen yang handal, kegiatan belajar-mengajar yang berkualitas, adanya akses
terhadap lembaga pendidikan tinggi baik dalam maupun luar negeri bermutu serta
ketersediaan sarana-prasana yang setaraf dengan pendidikan bertaraf
internasional. Tantangan yang semakin ketat dalam dunia pendidikan khususnya
bagi para pelaksana perencanaan dan manajemen, pengambil kebijakan urusan
pendidikan dalam hal ini pemerintah, harus memiliki alat atau peranti untuk
mengevaluasi sampai sejauh mana pembangunan pendidikan terutama kinerja layanan
pendidikan bagi masyarakat dapat tercapai secara optimal. Salah satu strategi
manajerial yang dikembangkan untuk menjamin sebuah lembaga pendidikan memiliki
daya tahan dan daya hidup dari masa sekarang dan berkelajutan sampai masa yang
akan datang yaitu dengan melakukan analisis SWOT.
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor – faktor sistematis untuk
merumuskan strategi sebuah organisasi baik perusahaan bisnis maupun organisasi
sosial. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan
(Strength), dan Peluang (opportunities), Namun secara bersamaan dapat
meminimalkan kelemahan (weaknessess) dan ancaman (threats). Proses pengambilan
keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan visi, misi, tujuan,
dan kebijakan program – program sebuah organisasi. Dengan demikian perencana
strategis (Strategic planner) harus menganalisis faktor – faktor strategis
organisasi (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada
saat ini. Model yang paling populer saat ini adalah analisis SWOT.
Model analisis SWOT di atas digunakan untuk menganalisis kekuatan (strengths),
kelemahan (weaknesses), Opportunity (Kesempatan), dan Threats (ancaman) dari
lembaga pendidikan tersebut.
B.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai
berikut:
1.
Apa
pengertian dari SWOT TIK?
2.
Faktor-faktor
apa yang Mempengaruhi SWOT TIK?
3.
Bagaimana
penerapan analisa SWOT TIK?
4.
Apa
saja aplikasi yang dapat dijalankan didalam SWOT TIK?
5.
Apa
saja macam-macam Pendekatan dalam Analisis SWOT TIK?
6.
Bagaimana
Langkah-langkah Penerapan SWOT TIK?
C. Tujuan
1.
Untuk
mengetahui dan memahami pengertian SWOT.
2.
Untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi SWOT TIK.
3.
Untuk
mengetahui penerapan analisa SWOT TIK.
4.
Untuk
mengetahui aplikasi apa saja yang dapat dijalankan didalam SWOT TIK.
5.
Untuk
mengetahui macam-macam pendekatan dalam analisis SWOT TIK.
6.
Untuk
mengetahui langkah-langkah penerapan SWOT TIK.
D.
Manfaat
Memberikan pengetahuan kepada
mahasiswa dan lembaga pendidikan khususnya lembaga sekolah tentang analisis
SWOT, cara penerapan dan bagaimana cara menjalankan analisis SWOT di organisasi
sekolah.
BAB 2
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Analisis SWOT
SWOT adalah
singkatan dari Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities
(peluang), Threats (tantangan). Analisa SWOT adalah alat yang digunakan untuk
mengidentifikasi isu-isu internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan
kita dalam memasarkan event kita. Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa
situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran).
Analisa ini terbagi atas empat
komponen dasar yaitu :
1.
S =
Strength, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi
atau program pada saat ini.
2.
W =
Weakness,.adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari
organisasi atau program pada saat ini.
3.
O
= Opportunity, adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di
luar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi
di masa depan.
4.
T
= Threat, adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang
datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa
depan.
Dalam dunia pendidikan analisis ini digunakan untuk mengevaluasi fungsi
pengembangan kurikulum, fungsi perencanaan dan evaluasi, fungsi ketenagaan,
fungsi keuangan, fungsi proses belajar mengajar, fungsi pelayanan kesiswaan,
fungsi pengembangan iklim akademik, fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat
dan sebagainya dilibatkan. Maka untuk mencapai tingkat kesiapan setiap fungsi
dan faktor-faktornya dilakukanlah analisis SWOT (Depdiknas, 2002).
Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap
fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran
yang telah ditetapkan. Berhubung tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh
tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi, maka
analisis SWOT dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi, baik
faktor internal maupun eksternal (Depdiknas, 2002).
B. Faktor
– faktor yang Mempengaruhi SWOT TIK
|
Faktor internal
Faktor eksternal
|
Kekuatan (S)
·
Tersedianya teknologi yang modern
dan mumpuni baik Software maupun
Hardware
·
Tersedianya anggaran yang
dapat digunakan dalam pengembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK)
|
Kelemahan (W)
·Tidak mempunyai Master Plan yang digunakan sebagai
bahan pertimbangan dan pengembangan jangka panjang.
·Perkembangan teknologi dan Informasi yang modern
tidak diikuti dengan Sumber Daya Manusia yang
handal dan mumpuni.
|
|
Peluang (O)
·Kebutuhan akan masyarakat
yang ingin mendapatkan informasi secara cepat dan akurat
·Pelatihan-pelatihan dibidang
TIK untuk meningkatkan kenampuan SDM
·Ketersediaan Hardware dan
Software yang semakin murah dan mudah didapat
|
Strategi SO
· Mengoptimalkan penggunaan
Hardaware dan Software dalam pengolahan dan pendistribusian informasi
· Mengoptimalkan anggaran guna
meningkatan kemampuan SDM
|
Strategi WO
·Meningkatkan kualitas SDM yang ada, sehingga TIK
dapat digunakan secara maksimal
·Perekrutan SDM yang mumpuni di bidang TIK
|
C.
Penerapan
Analisa SWOT TIK
Analisa
SWOT adalah analisa yang sangat dikenal dalam proses pembuatan strategi bisnis.
Analisa SWOT sendiri merupakan singkatan dari strenght, weakness, opportunity,
dan threat. Mari kita coba membahasnya sekaligus dengan menerapkannya pada dua
kasus, dalam hal ini mencakup produk rokok Dji Sam Soe dan perusahaan Telkom.
S
– Strenghts mencerminkan kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan atau produk.
Dalam kasus rokok Dji Sam Soe hal ini tercermin dari reputasi sebagai rokok
dengan bahan tembakau yang berkualitas, memiliki rasa yang khas, dan telah
teruji puluhan tahun lamanya. Kekuatan lain mereka adalah adanya penggemar yang
fanatik dan loyal. Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang
menarik tentang business strategy dan analisa SWOT.Untuk kasus Telkom, maka
kekuatan yang paling mencolok adalah kekuatan finansial yang besar sehingga
membuatnya mudah untuk melakukan investasi peralatan telco yang relatif mahal.
Selain itu, mereka juga telah memiliki jaringan dan infrastruktur yang luas mencakup
segenap wilayah tanah air sehingga memudahkan untuk melakukan ekspansi dan
penetrasi pasar.
W
– Weaknesses mencerminkan kelemahan yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau
produk. Dalam kasus rokok Dji Sam Soe kelemahan yang mereka miliki adalah fakta
bahwa rokok mereka merupakan rokok kretek yang otomatis memiliki kandungan tar
dan nikotin yang tinggi. Hal ini boleh jadi merupakan titik lemah ketika selera
masyarakat mulai mencari rokok yang rendah kadar nikotinnya. Selain itu, rokok
ini juga telanjur dicitrakan sebagai rokok orang tua; sehingga rokok ini agak
sulit melakukan penterasi kepada segmen pasar anak muda kota yang tumbuh pesat.
Dalam
kasus Telkom, salah satu kelemahan yang cukup mencolok adalah jumlah pekerjanya
yang terlampau besar; sehingga kurang efisien dan boros dalam anggaran untuk
gaji pegawainya. Selain itu, sebagai BUMN, mereka juga relatif dibebani dengan
beragam peraturan dan regulasi yang acap membuat mereka lamban dalam mengambil
keputusan strategis. Juga intervensi dari pemerintah kadang membuat mereka juga
tidak bisa bersikap dinamis dengan perubahan pasar.
O
– Opportunities mencerminkan peluang yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau
produk. Dalam kasus rokok Dji Sam Soe, maka peluang yang mereka miliki adalah
jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar dan ini merupakan pasar yang
potensial untuk produk mereka.
Dalam
kasus Telkom, maka peluang yang mereka miliki adalah perkembangan teknologi
internet yang sangat pesat di Indonesia. Permintaan masyarakat yang tinggi akan
akses internet merupakan pasar yang sangat potensial. Selain itu jumlah
penduduk Indonesia yang besar, dan baru sedikit yang telah memiliki akses
broadband internet, tentu merupakan peluang pasar yang sangat baik bagi
pertumbuhan bisnis Telkom.
T
– Threats mencerminkan ancaman potensial yang dihadapi oleh suatu perusahaan
atau produk. Dalam kasus Dji Sam Soe, ancaman yang paling potensial adalah
rencana pemerintah untuk membatasi iklan rokok, baik di media cetak, media luar
ruang ataupun larangan mensponsori kegiatan musik dan olahraga. Pembatasan
iklan tentu akan sangat berdampak negatif pada penjualan produk mereka. Selain
itu, ancaman lainnya adalah kesadaran masyarakat yang makin tinggi akan
kesehatan serta munculnya beragam kampanye anti rokok bagi generasi muda. Perda
tentang larangan merokok di tempat tertentu juga merupakan ancaman sebab itu
artinya membatasi ruang gerak para perokok, yang notabene merupakan pelanggan
loyal mereka.
Dalam
kasus Telkom, ancaman yang muncul adalah adanya teknologi telpon seluler yang
ternyata telah menggerus pendapatan mereka dalam produk telpon tetap di rumah
(fixed phone). Jika kecenderungan ini terus berlanjut, maka pendapatan mereka
dari telpon rumah bisa hilang atau lenyap sama sekali dan ini sangat
membahayakan bisnis mereka, sebab sebagian besar pendapatan mereka disumbang
oleh telpon rumah. Selain itu, adanya teknologi-teknologi baru yang mulai hadir
seperti WIMAX tentu akan mengancam kelangsungan bisnis mereka jika mereka tidak
adaptif terhadap kemajuan teknologi itu.
D. Aplikasi
yang dapat Dijalankan dalam SWOT TIK
Aplikasinya
adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage)
dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi
kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari
peluang (opportunities) yang ada,Selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths)
mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada.Dan terakhir adalah bagimana cara
mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats)
menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
Suatu
kegiatan akan dapat dilaksanakan dengan baik dan mencapai sasaran jika
sebelumnya dilakukan suatu perencanaan yang matang. Tidak terkecuali dalam
dunia pendidikan, di mana menyusun perencanaan sebagai langkah awal akan cukup
diperhitungkan guna mencapai tujuan yang ingin dicapai (Sanjaya, 2009). Analisa
ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang
kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing.
Satu hal yang harus diingat oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa
analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk
menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh
organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan
keluar yang tepat bagi masalah – masalah yang dihadapi oleh organisasi. Analisa
SWOT bertujuan untuk menemukan aspek-aspek penting dari kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman pada suatu lembaga sehingga mampu memaksimalkan kekuatan,
meminimalkan kelemahan, mereduksi ancaman dan membangun peluang.
Analisis
SWOT adalah bagian dari tahap tahap perencanaan strategis suatu organisasi yang
terdiri dari tiga tahap yaitu : tahap pengumpulan data, tahap analisis, dan
tahap pengambilan keputusan. Pada tahap ini data dapat dibedakan menjadi dua
yaitu data eksternal dan data internal.
Data
eksternal dapat diperoleh dari lingkungan di luar sekolah seperti:
·
Peran
masyarakat
·
Donatur
·
Pemerintah
·
Organisasi
lain
Pengambilan data eksternal diambil dari Opportunity
(Peluang) dan Threat (Ancaman)
Data internal dapat diperoleh dari
dalam sekolah itu sendiri, antara lain:
·
Laporan
keuangan sekolah
·
Administrasi
sekolah
·
Kegiatan
Belajar mengajar
·
Keadaan guru
dan siswa
·
Fasilitas
dan prasarana sekolah
·
Administrasi
guru dan lain lain
Pengambilan data eksternal diambil dari Strength
(Kekuatan) dan Weakness (Kelemahan)
1. Strength
(Kekuatan)
a.
Motivasi guru dansiswa cukup
tinggi sehingga mampu mengembangkan metode pembelajaran yang evektif dan
disertai dengan penerapan iman dan takwa sehingga
siswanya cukup antusias dalam merespon setiap pembelajaran.
b.
Hubungan
yang baik antara guru dengan guru ataupun guru dengan siswa sangat kondusif
baik dalam kegiatan ektrakurikuler ataupun pembelajaran untuk membentuk kwalitas
siswa yang positif
c.
Dalam segi
pendekatan, metode yang diajarkan guru yang bervariasi sehingga guru
menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi agar siswa dapat mengembangkan
diri sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
d.
Mempunyai
letak geografis yang sangat strategis dan lahan yang cukup luas serta didasari
daya dukung yang sangat positif dari masyarakat sehingga dapat meningkatkan
hubungan kerja sama antara sekolah , komite, orang tua siswa dan masyarakat
e.
Tenaga
pengajar yang usianya relatif muda sehingga memiliki kinerja yang tinggi dan
semangat serta secara kependidikannya 95% lulusan S1 dan 5% lulusan S2 dalam
meningkatkan disiplin semua personal dan meningkatkan kinerja untuk
membentuk siswa menjadi lebih berpengalaman dan mendapatkan ilmu yang sesuai
dengan tingkatannya
f.
Kegiatan
pembelajaran ekstrakulikuler yang sangat efektip dengan tenaga operasional yang
memadai khususnya renang sangat diutamakan untuk meningkatkan
prestasi siswa sesuai dengan bakat, minat dan kreativitas
2. Weakness
(Kelemahan)
a. Rekrutmen
guru dan staf yang terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan dan sarat
dengan unsur kekeluargaan
b. Keadaan guru
sebagian besar masih berstatus honorer dan mengajar ditempat lain sehingga
proses pembelajaran sering terganggu dalam waktu pembelajaran yang telah
ditentukan
c. Penerimaan
siswa Baru/pindahan Peneriman siswa belum dilakukan dengan cara test
tetapi masih adanya titipan dari berbagai pihak dan jangkauan lokasi sekolah
dengan tempat tinggal siswa sehingga kemampuan siswa dalam segi pembelajaran
banyak dibawah standar pola pikir siswa yang mengikuti test penerimaan siswa
baru.
d. Pembiyaan Orang tua siswa dalam anggaran pembangunan sangat sulit dikarnakan kondisi
perekonomian kebanyakan dibawah rata-rata.
e. Belum bisa memfasilitasi
sarana dan prasarana yang mendukung untuk pembelajaran terutama di
perpustakaan dan di loboratorium sehingga kurang kondusif dalam kelengkapan
buku dan juga alat praktik yang dimanfaatkan oleh siswa untuk penunjang
pembelajaran.
f. Gedung
sekolah sudah membutuhkan banyak perbaikan dan penambahan ruang seperti ruang
kelas, perpustakaan, laboratorium, dan juga ruang kantor yang masih kurang
memadai.
3. Opportunity
(Peluang)
a.
Dukungan
pemerintah daerah dalam melengkapi sarana dan prasarana Sekolah
dengan cara mengajukan prososal ke Pemerintah Daerah Tingkat I dan Tingkat II
perlu dilakukan untuk melengkapi sarana dan prasarana sekolah
b.
Pembangunan
dengan tanah yang luas bisa memunjang ke arah yang refrisentatif
c.
Sarana dan
prasarana merupakan kekuatan yang telah ada agar bisa dipergunakan dan
pemanfaatannya yang ada harus di kembangkan terus.
d.
Dukungan
masyarakat yang ingin menjadikan siswa menjadi berkwalitas di masyarakat dan
ingin setelah lulus dari SMP N 2 Sidamulih bisa melanjutkan ke jenjang yang
lebih tinggi
e.
Mengingat
lokasi yang srtrategis menjadi kekuatan dalam perkembangan sekolah dalam
perekrutan lulusan SD berpeluang cukup besar
f.
Daya dukung
orang tua tinggi dan terbukti dengan mendaftarkan anaknya di SMP N 2 Sidamulih
4. Threat
(Ancaman)
a.
Jarak yang
begitu dekat antara lembaga pendidikan yang setingkat dengan SMP dengan
banyaknya SMP – SMP yang berkwalitas
b. Lingkungansosialsekolahbelummemilikilapanganolah
raga yang begitumemadaisehinggasiswa yang
mengikutipraktekolahragaharusmenyebrang jalan raya provinsiuntukpergikelapanganbegitujugatempatparkir yang tidakcukupluas
c. PersainganmasukSMA dan setingkatnyabanyakmemperoleh persaingandenganSMP-SMP
yang lebih berkwalitasdalamtesmasukSMA Negeri
d.
Kemajuan
Teknologi Komputer dan InformatikaBelumterlalumaksimalkarenabelumada
guru Khususmengajar TIK di sekolahini, jadikemapuandalambersaingdengan SMPlainnya yang sudah mempunyai tenaga pengajar yang khususakanlebih sulit.
e.
Bangunan
yang belum sempurna dengan tidak adnya benteng membuat keamanan sekolah menjadi terganggu.
E.
Pendekatan
dalam Analisis SWOT TIK
Ada dua macam pendekatan dalam
analisis SWOT, yaitu:
1. Pendekatan
Kualitatif
sebagaimana dikembangkan oleh Kearns
menampilkan delapan kotak, yaitu dua paling atas adalah kotak faktor
eksternal(Peluang dan Tantangan) sedangkan dua kotak sebelah kiri adalah faktor
internal(Kekuatan dan Kelemahan). Empat kotak lainnya merupakan kotak isu-isu
strategis yang timbul sebagai hasil titik pertemuaantara faktor-faktor internal
dan eksternal.
2. Pendekatan Kuantitatif
Data SWOT
kualitatif di atas dapat dikembangkan secara kuantitaif melaluiperhitungan
Analisis SWOT yang dikembangkan oleh Pearce dan Robinson(1998) agar diketahui
secara pasti posisi organisasi yang sesungguhnya.
F. Langkah-Langkah
Penerapan Analisis SWOT
1.
Menyiapkan
sesi SWOT
SWOT
kemungkinan akan menghabiskan waktu 50 - 60 menit. komponen pelayanan yang
akan dianalisa matriks SWOT.
2.
Mengidentifikasi
kekuatan dan kelemahan
Semua
kekuatan di dalam organisasi (internal).
Kekuatan bisa berupa, tenaga
trampil, gaji, sarana. Setelah selesai menyusun kekuatan internal,
daftarkan kelemahan di dalam organisasi (internal).
3.
Mengidentifikasi
kesempatan dan ancaman
Semua
kesempatan di luar organisasi (kesempatan ekstern) yang dapat dimanfaatkan
untuk meningkatkan pelayanan atau atasi sebuah masalah. Ini bisa berupa
latihan, tenaga baru, peraturan baru dan seterusnya.
buatlah daftar ancaman di luar organisasi (ancaman
ekstern) yang dapat menghalangi pemecahan masalah.
4.
Melakukan
ranking terhadap kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang
Daftarkan dalam kolom masing-masing:
kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang.
Buatlah ranking setiap kolom. Yang
perlu dipikirkan adalah pentingnya kesempatan / ancaman dan berapa besar
kemungkinan kesempatan / ancaman tersebut memang akan ada. Begitu juga dengan
ancaman dan peluang.
5.
Menganalisis
kekuatan dan kelemahan
ü Masukan
kekuatan dan kelemahan masuk matriks SWOT.
ü Kekuatan
diisi sesuai ranking , kekuatan yang paling besar di atas, yang kurang besar di
bawah disusul dengan kelemahan.
ü Masukan
kesempatan dan ancaman di dalam kolom.
ü Hubungkan
kekuatan dan kelemahan dengan kesempatan dan ancaman.
ü Kombinasi di
mana kekuatan bertemu dengan kesempatan adalah keadaan yang paling positif.
Keadaan ini harus dipelihara dengan baik supaya tetap ada.
ü Kombinasi
kelemahan dan ancaman adalah keadaan yang paling negatif dan harus dihindari.
ü Setiap
kombinasi diperiksa ulang kalau memang merupakan jalan keluar untuk mengurangi
kelemahan atau ancaman.
Analisis SWOT bukanlah akhir dari
proses. Untuk memanfaatkan sepenuhnya alat ini, anda perlu menentukan rencana
tindak lanjut. Juga alat ini cenderung berdasarkan pada "pendapat"
dan indikator-indikator kualitatif dan belum tentu pada "kenyataan“
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
Diharapkan
dengan analisis SWOT TIK ini sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan akan terus berusaha dan meningkatkan kekuatan
sekolah dan instansi lembaganya dengan seoptimal mungkin agar kelemahan yang
ada dapat teratasi. Maka dengan adanya SWOT TIK harus
dipergunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk menjangkau
perkembangan dimasa sekarang dan yang akan datang.
B.
Saran
Adapun saran dari pembuatan makalah ini yaitu dengan
menggunakan analisis SWOT baik dalam sebuah perusahaan atau sebuah organisasi
baik internal maupun eksternal dengan baik akan memudahkan kedepannya untuk
bekerja lebih mudah dan dapat dijangkau oleh instansi tersebut. Dan juga dapat mempermudah dalam melakukan suatu bisnis dengan instansi
lain.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.slideshare.net/mukthamira/analisa-swot-sman-4-oku. diunduh pada tanggal
11 Sepember 2013 pukul 21:00 WIB.
Eko
Indrajit Richardus, Dr., Ir (2006). Electronic Government. Penerbit
Andi, Yogyakarta
Jurnal
Teknologi Informasi, Volume 6 Nomor 1, April 2010, ISSN 1414-9999
Abstrak
Analisa
swot (Strenght, Weaknesses, Opportunities and Threats) telah menjadi salah satu
alat yang berguna dalam dunia teknologi. Analisis SWOT iniadalahmembandingkanantarafaktoreksternal, berupaPeluang(opportunities)danAncaman(threats)denganfaktor
internal, yang berupaKekuatan(strengths danKelemahan(weaknesses). Pengujian eksternal dan internal yang
terstruktur adalah sesuatu yang unik dalam dunia perencanaan dan pengembangan
teknologi informasi dan komunikasi.
MAKALAH TIK
ANALISA SWOT TEKNOLOGI INFORMASI
DAN KOMUNIKASI
Disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Teknologi Komunikasi
Dosen
Pengampu :Yoga Eska Pambudi Utama. S.kom
Disusun
Oleh :
1. Dwi
Puji Lestari (1201409022)
2. Yunia
Isnaini (1201414002)
3. Lisa
Anggraini (1201414004)
4. Venti
Ervina (1201414006)
ROMBEL 2
JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
(PLS)
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa karena dengan limpahan
karunia-NYA kami diberikan kesehatan sehingga dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “ANALISA SWOT TIK” ini tanpa gangguan suatu apa pun.
Makalah
ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan informasi mengenai analisa,
pengertian, dan manfaat serta langkah-langkah dalam penerapan SWOT TIK.
Kami
sampaikan banyak terima kasih kepada :
1. Yoga
Eska Pambudi Utama.S.kom. selaku Dosen pengampu mata kuliah Teknologi Informasi
dan Komunikasi yang telah sudi membimbing saya dengan penuh kesabaran.
2. Orang
tua saya yang senantiasa mendukung saya dalam bentuk moril dan materiil.
3. Teman-teman
dan semua pihak yang telah memberikan bantuan selama proses penyelesaian ini.
4. Semua orang yang telah membantu dalam
penulisan makalah ini.
Dalam
pembuatan makalah ini, tentu masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak agar pada penyusunan makalah
berikutnya bisa lebih baik dari yang sebelumnya.
Harapan
saya sebagai penyusun, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi diri penyusun
sendiri serta dapat berguna bagi semua kalangan.
Semarang, Oktober2014
Penyusun









0 komentar:
Posting Komentar